Kamis, 29 Mei 2014

Seven Sins Part 1

Siapa yang ingin menjadi pembunuh untuk kepentingan pribadi?, saya rasa tidak akan mungkin ada yang mau menjadi seperti itu. lalu bagaimana jika menjadi pembunuh untuk kepentingan bersama?, diberikan bayaran yang cukup menggiurkan dan peralatan yang cukup untuk menghilangkan nyawa seseorang. Dibilang dosa ya dosa namun ada rasa kebanggaan tersendiri karena membuat orang banyak menjadi tersenyum puas melihat kematian yang ditunggu, walaupun ada perasaan yang menjadikan diri seorang pembunuh seperti dikejar-kejar rasa bersalah.

Saya Moskie, sebenarnya bukan nama asli tetapi saya lebih menyukai menggunakan nama Moskie dibandingkan harus menggunakan nama Asli. Saya berumur 28 tahun dengan tinggi 184 cm dan memiliki hobi mengoleksi tiket bioskop yang pernah saya tonton. Pekerjaan saya saat ini sebagai pegawai kantoran yang setiap harinya menatap komputer dengan penuh konsentrasi hingga mata merah dan berair, beruntung saya tidak pernah mendapati masalah dengan mata sehingga tidak pernah menggunakan kacamata untuk memperjelas penglihatan. Rasanya kehidupan saya hanya seperti itu-itu saja, berangkat kerja pagi-pagi bersama para masyarakat kantoran lainnya dibilangan jakarta dan pulang bersama para pegawai yang menggerutu tentang kemacetan Jakarta, belum lagi kejahatan yang semakin marak hingga menjadi hal biasa.

Entah negara Indonesia akan menjadi seperti apa?, pegawai biasa tetap menjadi pegawai sedangkan gembel tetaplah gembel namun para penguasa akan semakin makmur menggilas para kaum miskin dan calon kaum miskin demi kepuasan semata. Saya hanya bisa merenung sambil menikmati perjalanan pulang menaiki Trans Jakarta menuju Casablanca, entah sampai kapan saya harus seperti ini tanpa kemajuan namun perlahan tapi pasti berada dalam kemunduran. Setiap hari pulang pada jam dimana para masyarakat umum sudah terlelap dalam mimpi, saya sendiri baru sampai didepan pintu rumah sederhana dengan sebuah sepeda motor bebek terparkir cantik menanti saya pulang setiap hari. Tetapi malam ini rasanya berbeda dari biasanya, keset hitam yang terdapat tulisan “Selamat Datang” terdapat sebuah surat tebal berwarna hitam mengkilap, entah apa isi suratnya dan memang membuat saya langsung penasaran.

Sambil duduk di sofa menikmati alunan musik klasik tahun 70an dari komputerku, saya membuka surat tersebut yang susah sekali dibuka dan harus menggunakan pisau. Didalam kartu tersebut hanya ada sim card salah satu provider selular terlama di Indonesia dan sebuah kertas kecil bertuliskan petunjuk bahwa saya harus memasukan simcard tersebut ke telepon genggam, lalu menghubungi nomer dibalik amplop surat tersebut. siapa pula yang memberikan saya amplop yang seperti ini? hanya ada nomor telepon yang harus dihubungi melalui sim card tersebut, tanpa nama dan tanpa identitas apapun. Saya mencoba menghubungi nomor telepon tersebut dengan nomor telepon yang saya punya tanpa harus menggantinya terlebih dahulu namun hasilnya tulalit tidak dapat dihubungi. Lalu saya melepaskan sim card telepon genggam dan memasukkan simcard yang terdapat pada amplop surat tersebut, saya iseng untuk mengecek pulsa sim card tersebut namun tidak dapat dihubungi, aneh... apa untuk mengecek pulsa sudah tidak menggunakan nomor tersebut?, padahal sinyal telepon sangat kuat dan penuh. Didaftar kontak hanya ada nomor telepon yang sama dengan yang ada di balik amplop tersebut, sepertinya memang saya harus menghubungi nomor tersebut.
Aneh, nomor telepon tersebut tersambung secara normal padahal ketika saya menggunakan nomor telepon yang bukan dari sim card ini tidak ada nada-nada tersambungnya alias tulalit. Sepertinya nomor telepon yang ada di balik amplop surat tersebut sudah di atur hanya bisa dihubungi oleh nomor dari simcard ini saja 5 kali nada sambungan langsung ada suara seorang pria berumur sekitar 50tahunan dengan logat agak kemedan-medanan “ya selamat malam tuan ?”

Jumat, 10 Februari 2012

Sang Tuan Putri Pemalu

Sang Tuan Putri…..

Mungkin sekarang-sekarang ini teman-teman gw pada heran kalau lihat status gw akhir-akhir ini karena suka ada kata tuan putrinya?, bahkan terlalu lebay buat seorang Raffie untuk berucap demikian hehehe… tuan putrid yang sering gw ucapkan ke para sahabat dan juga jejaring sosial tak lain dan tak bukan adalah kekasih baru gw, ya mudah-mudahan ini menjadi cerita akhir perjalanan gw mencari seorang wanita alias dia adalah penutup pintu perburuan cinta gw.
Apa yang special dari dia?, Cuma satu… yaitu kesederhanaan saja, gw paling suka sama cewek yang sederhana yang gak terlalu dandan tapi masih manis dilihat. Kalau dari segi sifat… dia itu sangat baik bahkan lebih baik dari gw lho, buktinya dia kalau absen suka sambil tersenyum sama mesin absen sedangkan gw malah melototin mesin absen karena sidik jari gw susah banget terindentifikasi oleh mesin aneh berwarna abu-abu itu dan selalu ngucapin “terima kasih” dengan logat enggak banget. Darimana gw bertemu dia? Gak jauh-jauh kok, dia adalah teman kantor gw dan dia satu divisi sama gw jadinya ya… tiap hari bertemu dengannya namun tidak pernah bosan gw mandangin dia, tiap jam kepala nengok sembunyi-sembunyi kearahnya sampai leher gw gak balik lagi kedepan hahahaha…
Rasa itu mulai berasa waktu kita sama-sama buka pintu dalam arah yang berlawan sehingga kita jadi kebingungan mau buka pintu itu kedalam atau keluar, dari situ gw seneng aja merhatiin dia, orangnya lucu saking lucunya gw sampai suka senyum2 sendiri kaya onta dapat kurma. Namanya juga orang yang jatuh hati karena cinta pastinya tidak akan semudah itu ucapkan cinta kepadanya karena takut cinta itu dibuang muntah-muntah ke pembuangan limbah. Jadinya gw Cuma pedekate via sms aja waktu itu, buat deketin dia dikantor aja gw gak berani karena lagi kena ketombe akut, kalau bersin suka ada salju buatan terbang ke udara menghiasi angkasa. Gw baru berani ngucapin sayang ke dia waktu selesai nonton film skyline, gw ucapin kata itu ketika sampai didepan rumahnya itu pun masih didalam mobil karena kalau diluar mobil takut diliat orang. Alhamdulillah dia membalas rasa sayang dan cinta gw, mungkin gw bukan orang yang terbaik juga buat dia karena gw ini manusia yang dahulu kala banyak dosa serta noda sehingga gw terbilang sangat teramat kotor tetapi demi perubahan gw akan menjadi detergen bagi diri sendiri.

Kalau gw boleh jujur, dia bukan dari kalangan atas tetapi gw menyukai semua yang ia punya apalagi kalau dia tersenyum… duh.. jantung gw serasa sehat kembali dan mata kembali cerah. Kalau dia ketawa itu lucu banget, apalagi pas ngomong, suaranya masih anak2 banget… imut…. Dan itu juga yang bikin gw seneng ngobrol sama dirinya saat-saat ini. Orangnya asik, kalau diajak makan dimanapun tidak protes walaupun sebenarnya gw agak kecewa kalau saat makan bareng dia makanannya tidak habis, berasa kasian sama makanannya, pasti dia menjerit “makan aku makan aku jangan kasih aku ke tikus di tempat sampah”. Dia itu lugu banget lho, saking lugunya dia gak tahu cara gunain seat belt, gw aja kaget waktu gw nyuruh dia pake sabuk pengaman dan dia Cuma narik-narik sabuk pengamanan dimobil sampai mentok sampai kebingungan, hehehehehe…. Tapi sekarang dia udah bisa masang sendiri lho… cepet belajar nih cewek.

Senin, 07 Februari 2011

Tentang Eug dan Kata Kata

Sebuah tulisan dari seorang penulis

Malam dingin diatas loteng, ditemani segelas kopi Nescafe dan laptop ACER yang setia menemaniku dikala aku ingin menggoreskan Microsoft word dengan karya tulisan amatirku. Melihat bintang malam saat ini sangat begitu indah, kerlap kerlip melukiskan langit malam sehingga membuatku merasa tenang dan melupakan sejenak aktifitasku tadi pagi hingga sore hari. Sedikit termenung memikirkan cerita kehidupanku saat ini, mungkin ada beberapa cerita yang unik namun kebanyakan menyedihkan tetapi memberikan sebuah pengalaman hidup yang nanti bisa ku ceritakan kepada anak-anak ku nanti atau menjadi sebuah dongeng kecil sambil menemani seorang istriku tertidur nanti.

Waktu terus bergulir, hingga sebentar lagi aku menginjak ke usia 23, mungkin banyak yang kaget atas umurku yang masih muda. Tidak kawan, bagiku umur menjelang 25 itu sudah hampir tua hehehehe…. Tidak ada yang tahu sampai kapan umur kita terus bertambah dan aku menargetkan diri jika sudah memasuki umur 25 aku harus memiliki segalanya. Optimis?, sudah pasti, kita harus menjadi seseorang yang optimis dalam hal apapun, hanya orang bodoh dan tidak ingin melihat masa depannya bahagia saja yang selalu berbicara mengandung bumbu pesimis. Apa yang belum aku punya saat ini adalah seorang pasangan yang benar-benar mau berada diduniaku.

Menuliskan sebuah kata pasangan, aku jadi teringat tentang masa lalu, dimana aku berjibaku dengan cinta dan rasa emosi selama lima tahun bersama Vika. Dimana dia sekarang ya?, kita hampir saja menikah tetapi memang dasar takdir memisahkan kita tanpa mau melihat kita duduk berdua dipelaminan. Ya itu pilihanmu anak manis, aku adalah manusia yang mudah menerima keputusan dan karena itu juga adalah hak dirimu dalam memilih siapa pemimpin kehidupanmu nanti. Untuk kedua kalinya juga aku mengalami nasib yang serupa, ehm dikhianatin… ya walaupun dia berkhianat baru dari hati tetapi tetap tidak akan bisa setia jika hatinya saja sudah berpaling.

Memang, sebuah kesetiaan itu susah untuk dilakukan, lebih mudah memberikan sebuah perhatian tetapi apakah ada yang sanggup mengunci hati itu untuk tidak bertengger di lain hati?, susah, dan akupun mengakui itu sulit walaupun selama ini aku berusaha menjaga kesetiaan. Aku pun berpantang untuk berkata ‘putus’ atau selamat tinggal kepada pasangan namun bila pasangan tersebut berucap sekali ‘putus’ niscaya untuk kedepannya hubungan tersebut tidak akan mudah dijalankan. Dalam pernikahan pun dilarang keras bibir kita ini berucap kata cerai, karena sekali saja berkata cerai, untuk selanjutnya akan terus berkata cerai hingga benar-benar cerai. Bagaimana pun, masalah dalam sebuah hubungan bisa diselesaikan dari hati ke hati bukan secara emosi memakai ego. Jadi teringat sebuah nasihat dari Almarhum Pakde ku, tiada masalah yang dapat terselesaikan dengan emosi apalagi baku hantam, hanya berbicara dari hati yang dapat menyelesaikan masalah karena lidah lebih tajam dari pedang namun bila digunakan dengan benar akan memutuskan permusuhan dan merobek batas keegoisan manusia.

Oh iya, sahabat-sahabatku satu persatu telah meminang gadis pujaannya, adapula yang sudah menggendong gendong hasil buah pernikahan mereka, lucu dan sangat membuatku iri bukan main. Kita memang harus bersabar dalam menanti jodoh, namun kita harus terus berusaha mencari dan memilih mana yang terbaik untuk kita nanti. Mencintai seseorang memang sulit buatku, jika hanya sayang sih siapapun bisa karena basic manusia adalah makhluk sosial dan penyayang tetapi untuk menjadikan hati membuahi cinta sangat sulit bukan main. Jadi teringat lagi akan kalimat maha dasyat dari bunda, “rasa cinta itu hanya ada ketika awal kita mencintai seseorang untuk pertama kali mencintainya”. Berarti aku benar-benar mencintai seseorang kepada cinta pertamaku, ya itu sudah hampir 10 tahun yang lalu aku merasakan cinta pertama dengan seorang kaka kelasku waktu SD, si Witri, ya dia. Apakah aku dengan dia waktu pacaran memakai cinta?, sepertinya iya, apapun yang ia lakukan aku sukain dan apapun yang ia berikan adalah sebuah kejutan tapi cinta itu mudah surut ya hanya dari sebuah kalimat yang salah hahahahhaa….
Berarti selama ini berhubungan dengan wanita lain tidak memakai cinta?, ehm… dari 6 mantanku, Cuma 3 yang tidak memakai cinta, aku tidak akan menuliskan siapa saja dan yang pasti aku menjalankan hubungan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun itu karena cinta. Menjalankan sesuatu tanpa cinta seperti rasanya melihat pelangi, indah tapi kita gak pernah tahu ujung pelangi tersebut hingga tak jelas keberadaannya. Kejam?, sudah pasti tapi itulah hidup, aku pun punya hak untuk siapa aku mencintai dan untuk siapa aku menyayangi. Berawal dari rasa sayang itu bisa berubah menjadi cinta jadi tidak usah berpikir jikalau diriku tidak benar-benar mencintai seseorang.

Kamis, 04 November 2010

Kisah Cinta sang Monyet


Bukan gw monyetnya tapi istilah aja cinta monyet, sungguh...!!!

Mencintai seseorang merupakan hak bagi setiap umat manusia di dunia ini, tidak ada yang melarang mereka untuk menaruh hati pada lawan jenisnya. Orang jelek yang paling terjelek di dunia pun boleh merasakan jatuh cinta, bahkan orang yang ditakdirkan berwajah ganteng pun pasti sering memainkan cinta. Cinta... cinta...cinta... siapa yang tidak mengenal cinta?, bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik dan kakak-kakak semuanya pernah jatuh cinta. Cinta juga punya beberapa jenis, mulai dari cinta monyet, TTM-an , HTS-an sampai Cinta terakhir tetapi kesemuanya itu mempunyai kisah akhir yang tidak sama.

Seperti halnya cinta monyet, manusia yang mengalami hubungan percintaan kaya gini biasanya berumur 10 hingga 15 tahun dan dikaitkan dengan dunia remaja yang sedang mengalami masa-masa pubertas alias mencari jati diri. Gw sendiri enggak tahu kenapa dinamakan cinta monyet, apakah sang penemu cinta seperti ini adalah monyet?, atau tukang topeng monyet yang mencetuskan nama ini?. Menurut om Wiki, cinta monyet itu adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya. Mungkin maksudnya adalah perasaan cinta sementara yang terjadi secara tiba-tiba dan terjalin tidak terlalu lama, bisa dikatakan cinta monyet merupakan fase kita mengenal cinta pada usia dini.

TTM, teman tapi mesra. Dahulu kala istilah seperti ini tidak ada dalam kamus bahasa gahoel anak muda namun kata TTM mulai digandrungi anak muda disaat lagu dari Duo Maya berjudul TTM (Teman Tapi Mesum) sering terdengar di radio-radio. Belum lagi video klipnya selalu hadir pada jam-jam tertentu meramaikan tontonan keluarga seperti layaknya iklan dari lejel home shopping. Mungkin pada jamannya gw SMA istilah TTM sering dipake buat cewek-cewek mempermainkan perasaan pria atau sebaliknya. Maksud dari Teman Tapi Mesra adalah dimana saat kita memiliki teman lawan jenis yang amat teramat dekat seperti orang pacaran biasa, Cuma bedanya kalau ini teman bukan pacar, kata mesra dalam istilah TTM merupakan sebuah cerminan seorang teman yang rajin memberikan perhatian baik perhatian secara audio (ucapan-ucapan) maupun perhatian fisik (belaian, sentuhan dan lainnya). tak jarang juga TTM-an menjadi rasa cinta yang sebenarnya akibat terlalu dekat menyentuh perasaan dan akhirnya jadian beneran.

Sedangkan HTS-an, mirip banget sama TTM-an, HTS-an artinya bukan Heka Teki Silang melainkan berarti Hubungan Tanpa Saksi eh.. Status Cuma bedanya disini seperti pacaran tapi bukan pacaran, pokoknya statusnya tidak jelas. dibilang pacar bukan tapi kalau dibilang bukan pacar kaya orang pacaran. Mungkin lebih jelas maksudnya seperti saat gw mencintai seseorang namun seseorang itu sepertinya tidak mencintai gw (kasian ya gw) atau sudah memiliki pasangan tetapi masih ingin menjalin hubungan cinta bareng gw (tambah kasian diduain). Hubungan seperti ini paling dirugikan adalah sang wanita, karena jika sang wanita telah dipermainkan dengan cinta tersebut maka sang pria tidak akan bertanggung jawab dengan dalih “kita HTS-an”. Sebenarnya HTS-an itu Cuma akal bulus seorang cowok saja dalam mencari cinta yang nantinya bisa dipermainkan. 

Kamis, 05 Agustus 2010

Dunia Gemerlap


Dugem… awalnya ada rasa penasaran dalam hati kenapa anak muda khususnya kaum urban ibukota Jakarta sangat menyukai kegiatan ini. Setahu saya dugem hanya lah kegiatan yang kerjaannya dengerin musik dengan speaker bervolume kencang sehingga bagi telinga yang sensitive bakal kesakitan, dari speaker tersebut keluarlah suara-suara lagu yang bisa memacu tubuh kita bergoyang. Mungkin bagi saya, mendengar suasana dunia gemerlap dari mulut kemulut tidak memberikan kepuasan tersendiri, maka dari itu saya berani dan berangkat menuju tempat tersebut dengan ditemani 4 orang rekan saya, salah satu dari mereka mempunyai free pass (kode masuk clubbing agar gratis).

Walaupun kita berempat hanya menggunakan motor tapi kalau sudah niat mau diapain lagi, kita menuju gedung jamsostek dibilangan kuningan. Tempat clubbing kami bernama 9 Cloud’s , kalau gak salah terletak di lantai 39, angka yang ganjil buat tempat seperti ini. Sebenarnya tempat tersebut tidak begitu terkenal dikalangan clubbing, banyak juga yang tahu tempat tersebut namun bagi mereka suasana tempat tersebut kurang gila, dan mungkin crowded pengunjung kurang begitu paranoia. Perjalanan kami sampai ditempat parkir basement, memang sedikit gila, kami berempat sama-sama pecinta kecepatan, kendaraan di paju hingga 120kpj dan akhirnya bisa sampai tempat tersebut hanya memakan waktu setengah jam lebih lima belas menit.

Temanku sudah tahu kalau aku ikut untuk melakukan observasi, tapi hanya temanku saja yang tahu karena kalau diberitahukan ke yang lain mereka berpikir aku datang tidak untuk bersenang-senang melainkan hanya untuk belajar. Ditempat parkirnya saja, berjejer mobil-mobil mewah, mulai dari Toyota camry, Ford hingga mobil-mobil sekelas Bettley. Dari mobil-mobil tersebut keluarlah beberapa anak muda yang kalau saya perhitungkan kira-kira berumur antara 16 hingga 20 tahun, terlihat masih abege. Dari pakaian si wanita, hanya memakai dress simple yang sedikit transparan, saya sendiri saja bisa melihat isi daleman mereka ketika lampu mobil menyoroti pakaian mereka, ada juga yang mengenakan gaun yang lebih gilanya lagi tidak memakai beha ataupun pengaman dada, saya tahu karena salah satu dari mereka membetulkan alas kaki bermerknya dengan cara menunduk, dari situ akan tak sengaja keliatan dua buah daging tumbuh milik mereka.

Sedangkan yang cowok, memakai kemeja rapih lengkap dengan beberapa asesoris asesoris penunjang ketampanan mereka. Ada juga sih yang menggunakan kaos tapi bukan kaos kutang melainkan kaos yang memiliki merk distro macam Bloob ataupun Black ID. Beberapa dari pengunjung clubbing lewat didepan kami, wanginya bukan main, tidak satupun tercium aroma minyak wangi non alcohol yang dijual dipinggir-pinggir jalan dalam botol kecil dan roll on. Tempat clubbing dibuka pada pukul 11 malam dan acara shownya baru akan di kumandangkan sekitar pukul 12 tepat, mirip jam maling komplek perumahan beraktifitas.

Tak sabar, saya dan teman-teman masuk kedalam tempat clubbing tersebut, namun tak lupa tas kecil kesayangan saya juga ikut masuk kedalam tempat clubbing. Oh iya, ditempat clubbing dilarang memakai sandal jepit, saya gak tahu alasannya apa, mungkin takut ada orang yg iseng main lempar-lemparan sandal atau takut terjatuh karena sendalnya keinjek sewaktu berjoget. Sebelum masuk kita dicap dengan cap stempel, mirip dengan kita mau masuk dufan, saya gak lihat logonya apa, yang pasti bukan logo lumba-lumba lagi meloncat ataupun gambar monyet bekantan apalagi bertuliskan pengajian majelis ta’lim Al-Jihad.

Memasuki ruangan memang ada rasa dag dig dug, saya berpikir jikalau ada razia polisi kemungkinan saya juga ikutan ketangkep karena saya membawa sejata tajam yaitu peniti buat nusukkin busi motor saya bila mogok. Ruangan memang tidak terlalu terang, agak gelap tapi tidak terlalu gelap karena sang DJ belum hadir maka musik yang disajikan adalah musik-musik yang berasal dari laptop. Dari tempat yang saya masukin ini, saya bisa melihat gedung-gedung Jakarta yang indah dimalam hari karena terdapat jendela yang besar langsung menghadap ke view yang asik. Melihat kebawah sudah merupakan jalanan kuningan yang tak pernah sepi. Sambil menunggu DJ datang memainkan lagu, saya duduk santai disebuah sofa empuk yang disediakan pemilik tempat sambil melihat sekeliling saya. Tamu-tamu pengunjung mulai berdatangan, ada yang rame-rame ada juga yang hanya berdua saja tetapi semoga gak ada yang datang sendirian seperti tak punya teman.

Senin, 02 Agustus 2010

Kisah si Ale

Berjejer rapih manusia mengantri disebuah loket yang masih tutup tanpa adanya penjaga loket, dari seseorang yang antri didepan loket hingga akhir antrian, semuanya sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Terdiam terpaku tanpa adanya komunikasi sosial seperti halnya manusia yang membutuhkan hubungan sosial antar umat manusia. Semakin lama orang yang mengantri loket tersebut semakin banyak namun tak ada satupun yang bertanya kapan loket itu dibuka.

Dilain tempat, seorang remaja bernama Ale sedang berlari menuju tempat dimana loket itu berada untuk membeli karcis. Kakinya berlari mengejar waktu agar tepat waktu berada diloket tersebut dan tidak kehabisan tiket. Sampai didepan loket ia kaget karena antrian loket begitu panjang sehingga membuatnya harus berada dibelakang mengantri seperti orang lain. Dengan nafas yang tersengah-sengah naik turun ia mengantri dibarisan belakang. Detik demi detik, menit demi menit hingga ia mengantri selama dua jam namun ia tidak bergerak maju kedepan, jangankan untuk bergerak, loketnya saja belum dibuka hingga sekarang. Ale ingin bertanya kepada orang lain yang ikut mengantri namun ia urungkan niatnya karena masing-masing orang yang mengantri tersebut mempunyai kesibukan masing-masing. Mulai dari mendengarkan MP3, asik bersms-an, telepon-teleponan hingga asik mesra-mesraan sama sang kekasih. Mereka ini tidak merasa sudah berjam-jam mengantri namun tidak juga kunjung melangkah maju kedepan.

Rabu, 13 Januari 2010

To Be Hero with Zero

Jadilah pahlawan...

Di televisi sedang booming banget menayangkan berita tentang bencana alam dan fenomena aneh lainnya. lebih baik memberitakan hal tersebut agar kita sadar daripada memberitakan curhatan sang presiden yang sedih gajinya sedikit, sedikit kesal juga dengan omongan bapak Presiden (padahal gw sendiri lupa kalau Indonesia punya Presiden), gimana gak kesal?, rakyat mati-matian bekerja sampai ada tukang becak meninggal karena kelaparan namun masih saja dia mikirin kenaikan gaji. Selama dia memimpin bangsa, belum ada perubahan apapun yang terjadi pada negara Indonesia, malahan makin kedepan makin carut marut.

Nonton berita pagi sambil menemani gw sarapan, isinya kebanyakan bentrokan warga, baik ketika demonstrasi ataupun pertandingan bola. Jaman sekarang susah bener mencari manusia yang bertindak atas itikat baik bukan karena uang, sampai markirin mobil saja mesti bayar itikad baik dia, kalau gak dikasih recehan bisa ngedumel. Apakah didunia ini apa-apa harus bayar ?, ehm.. yeah.. kayaknya sih begitu. Gw lebih setuju kalau pemerintah itu gak dibayar, hanya dibayar kalau dia sudah memberikan jasa terbaiknya, istilahnya dapet ponten dari masyarakat dalam bentuk duit. Gilee aje, presiden sekarang sudah digaji, fasilitas mewah, apa2 gratis masih saja curhat mengenai gajinya padahal gaji gw gak ada 5% dari gaji presiden sekarang namun gw bersyukur karena sudah diberikan kecukupan.